Correlate Sensasi Perpaduan Cita Rasa Prancis dan Jepang
Correlate
Fine Dinning
Diantara banyak fine
dining restaurant yang berada di Ibu Kota Jakarta, Correlate adalah salah
satu yang layak menjadi pilihan. Terletak di centra bisnis Mega Kuningan, restaurant
milik Chef Juna ini selalu ramai pengunjung.
Suasana yang nyaman, variasi menu dengan cita rasa berkelas
yang memanjakan lidah, dan tentu saja,
jika beruntung, para pengunjung bisa berkesempatan langsung bertemu celebrity chef yang satu ini.
Nama Correlate sendiri merupakan bahasa Prancis yang
artinya benang merah. Ya, sebagai aktor intelektual di balik Correlate, Chef
Juna dengan idealismenya meyakini bahwa setiap hidangan yang ia sajikan di
restaurant ini selalu memilki keterkaitan namun tidak bertabrakan.
Bagi Chef Juna, Correlate bukan sekedar restorant
tetapi lebih dari itu, resto yang memadukan konsep fusion Jepang dan Prncis ini
merupakan idealismenya sebagai seorang Chef.
Very Good
Arrangement
Chef Juna rupanya benar-benar jatuh cinta dengang
fusion Jepang dan Prancis. Mood keduanya ia tampilkan dalam design interior
Correlate.
Dinding sebelah kiri dihiasi dengan mural coklat, daun
kering karena menggambarkan musim gugur atau autumn dengan mengambil philosophy
Prancis. Sementara, dinding sebelah kanan dihiasi dengan aneka mural bernuansa
Jepang lengkap dengan bunga sakura.
Juna menunjukkan kelasnya sebagai seorang Chef, dengan
cekatan ia memberikan instruksi kepada anak buahnya yang berjumlah tak kurang
dari 35 orang. “Semua harus sudah siap secara bersamaan, tidak boleh ada yang
tertinggal,” katanya.
Sebagai Chef, Juna tampak sangat mahir menguasai
seiisi kitchen di restoran ini. Para pengunjung bisa melihat bagaimana ia
memberi instruksi kepada teamnya, tentu saja ia tak memerlukan script se. ya, konsep
open kitchen membuat para pengunjung Correlate bisa melihat bagiamana kelihaiannya
sebagai Chef. “Chef itu seperti composer, seperti Ady MS kalau lagi symphony
that’s it. Chef yang bener bener chef, harus tau Si A bagian ikan kecepatannya
berapa, frekwensinya gimana, responnya gimana. Karena semua harus siap
berbarengan. Begitu dipletting harus
bareng. Itu baru satu plate. Kalau satu meja tamu-nya enam orang? Semua harus
bareng.
Oleh karena itu, menurut Juna, seorang yang lulus pendidikan chef bukan
berarti serta merta disebut chef. “Chef harus recognize semua hal. Mengerti
seluk beluk di dalem, saya harus di dalem piringnya ditaro di mana, satu dish
semua harus saya tahu,” tutur Chef yang juga dikenal sebagai selebriti ini
dengan ekspresi yang serius.
Tidak hanya menguasai seluk beluk kitchen, Juna juga menunjukkan
hospitality-nya kepada para pengunjung. Seperti malam itu, ia mengantarkan
sendiri makanan kepada para pengunjung. Juna malam itu memasak leg of rabbit
dan risotto mushroom sebagai main menu. Rasanya enak. Enak banget teksturenya lembut
aplagi tadi rabitnya ya empuk, risotonya juga enak banget.
Yang terpenting
lagi adalah berkesempatan langsung bertemu dengan Chef Juna yang biasanya,
hanya ia lihat di televisi. Nah di sini bisa ketemu chef Juna
langsung.
Chef Juna langsung datang ke table kita dan share tentang bagaimana actually made of the food. Very personal between us very nice touch. The touch of the che in the restaurant. Ia sangat hati-hati dan tiles dalam preperationnya. Restonya bagus sama dengan makanannya juga. Very enjoying the food. And then the dessert in on of the best desert yang pernah kita cicipin.
Ya, malam itu Juna sebagai main menu dan dessert
sejenis ice cream berbaha dasar nanas dan vanilla. Basically the dessert is the
best highlight in the night. Its very good ending for very good night.
Kepada saya dan para tamunya, Juna menjelaskan proses memasal
leg of rabbit yang ia hidangkan malam itu. Leg of rabbit ini dimasak sekitar
12-15 menit, namun sebelumnya telah melalui proses yang panjang sehingga siap
disajikan. “Leg of rabbit saya akan membuatnya sangat lembut sekali tendon yaa.
Saosnya disebut rabbit mustard cop yang dibuat dari cairan rabbit yang tadi
kita masak dua jam. Kita olah lagi
tambahin bumbu dan ditambahin mustard jadilah saosnya,” jelasnya lagi.
Para eksekutif muda ini juga memuji, interior
restaurant. Suasananya oke, homey, relax aja sih kita di sini, lebih privacy. Environmentnya bagus,
tablenya juga, very arrangement, very privacy. Its good for dinner meeting,
lunch meeting for something like that,” imbuhnya lagi.
Selain risotto dan leg of rabbit tentunya masih banyak
menu yang disajikan di Correlate. Seperti saat itu kami pun memesan Lamb Three
Ways yang merupakan salah satu menu favorit di fine dinning yang satu ini. “Ini
kalau yang ngerti bener, pasti ngerti ribet dan ngejelimet bikinnnya. Kenapa?
Lamb three ways ini daging domba dengan tiga preparation yang berbeda-beda dan
tiga potong bagian domba yang berbeda juga, “ jelas Chef Juna.
Ada tiga jenis bagian daging domba yan tersaji yakni
daging rusuk, irisan berbentuk dendeng yang garing dan suwiran sradid daging bagian kaki yang terbungkus macaroni
dilengkapi dengan mass potatoes yang lembut dan creamy. “Semua kita bikin
sendiri jadi iga jenis potongan lamb yang berbeda pengolahannya juga beda
teknisnya dan teksture waktu makannya juga beda semua. Ala French”
Untuk bisa bersantap di Correlate, pengunjung biasanya
melakukan reservasi by phone terlebih dahulu, karena biasanya di jam makan
siang weekday atau dinner restoran ramai pengunjung. Correlate buka dari pukul
10.00 wib sampai pukul 11.00 WIB Senin sampai Sabtu, sementara Minggu
libur.
Komentar
Posting Komentar